Join Multiply
Open a Free Shop
Sign In
Help
SEARCH
Marketplace
Clothing & Accessories
Shoes
Beauty & Health
Jewelry & Watches
Fragrances & Perfume
Kids
Baby & Toddler
Electronics & Cell Phones
Computers & Accessories
Movies, Music, Games & Books
Home & Garden
Collectibles & Art
Sports & Outdoors
Professional Services
Car Parts & Accessories
Everything Else
DUNIA FOTO
Yanyan
Personal Message
Report Abuse
Home
Notes
Photos
Photos
Mar 31, 2010
Momen Tak Terlupakan
5 Photos
, 2 comments
Tak Perlu Resah, Fresh Aza
2 Photos
Jangan Bilang-bilang
1 Photo
, 1 comment
Jadul
6 Photos
View All
Notes
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Khalifah ‘Umar)
Dalam suatu perjalanan, dua pria berseragam putih mampir dan menginap di sebuah keluarga kaya. Rumahnya besar dengan banyak kamar. Tapi keluarga itu kasar dan pelit. Kedua tamu tersebut hanya ditempatkan di gudang dengan alas tidur seadanya. Malam hari menjelang tidur, pria yang tua melihat ada sebuah lubang di dinding. Ia segera menutupnya. Tindakan itu dipertanyakan rekannya. Yang ditanya menjawab, ”Yang kau lihat tidak selalu seperti yang nampak.” Malam berikutnya mereka menginap di rumah sebuah keluarga petani miskin. Namun keluarga itu baik hati dan ramah, bahkan merelakan kamar terbaiknya bagi kedua tamu untuk beristirahat. Keesokan harinya, tuan rumah menangis. Apa pasal? Ternyata satu-satunya harta yang mereka miliki yakni sapi, ditemukan mati. Menyaksikan peristiwa itu tamu yang muda bertanya kepada rekannya, ”Kemarin keluarga kaya justru kau tolong, menutup temboknya yang bolong. Mengapa sekarang kau biarkan keluarga miskin yang baik hati ini menderita? ”Jawaban rekannya sama seperti kemarin, ”Yang kau lihat tidak selalu seperti yang nampak.” Tapi kali ini rekannya memberi penjelasan lebih lanjut. ”Kemarin di lubang dinding gudang itu tersimpan emas berlian. Mengingat pemilikinya tamak, dan pelit, kututup saja agar mereka tak bisa mengambilnya. Nah, tadi malam selagi kita tidur, malaikat pencabut nyawa datang, minta istri tuan rumah. Aku bilang, jangan ambil istri petani ini. Sebagai gantinya nyawa sapi saja.” Di dalam kehidupan kita, sering kali suatu peristiwa terjadi tidak sesuai yang kita harapkan. Padahal sesungguhnya, di balik itu selalu ada hikmahnya. Meski tak jarang baru akan kita rasakan di kemudian hari. (disadur dari Majalah Intisari edisi Juni 2006)
Janganlah aku berdoa agar diluputkan dari bahaya tetapi agar berani untuk menghadapinya. Janganlah aku bermohon untuk dihindarkan dari kepedihan tetapi agar mampu menaklukkannya. Janganlah aku mencari teman senasib dalam pergumulan hidup ini tetapi agar mampu berjuang dengan daya upayaku sendiri. Janganlah aku meminta agar diselamatkan dari keterasingan tetapi agar dengan sabar melangkah menuju ke kebebasanku. Janjikanlah padaku agar aku tidak menjadi seorang pengecut: Tidak hanya sanggup merasakan keagunganMu dalam keberhasilanku tetapi juga dapat merasakan genggamanMu di dalam kegagalanku. Ditulis oleh Rabindranath Tagore (penyair India, 1861-1941) dalam bukunya Gitanjali bab ke 79
View All
Guestbook
For:
Add a comment to this guestbook, for everyone
Send
uyangrt
a personal message
Subject:
-
Quote original message
demitri9
wrote on Jul 8, '10
sampurasunnnnnnn...... ??
View Guestbook
placeholder